Fenomena alam gerhana matahari Indonesia emas
Selama rentang waktu antara 17 Agustus 2020 dan 17 Agustus 2045, bangsa Indonesia akan menyaksikan kebesaran Tuhan, yakni gerhana matahari. Walaupun bukan gerhana matahari total atau gerhana matahari cincin, tetaplah tanda kebesaran dan anugerah Tuhan yang maha kuasa.
Banyak hal yang dilakukan masyarakat, menanggapi /merespon fenomena alam ini. Ada yang menanggapi dengan berdoa atau ritual tertentu. Pada zaman dahulu, fenomena alam ini dianggap sebagai tanda bahaya dengan datangnya malapetaka atau wabah penyakit ( pageblug/ pandemi). Suku Jawa zaman dahulu menganggap fenomena gerhana matahari ini , sebagai marahnya betara kala atau raksasa yang sedang memakan matahari. Sebelum sang matahari habis dilahap sang raksasa, masyarakat Jawa ramai ramai membunyikan tabuhan. Yang sering digunakan oleh orang-orang Jawa memukuli lesung menggunakan alu, alat-alat ini sering digunakan untuk menumbuk padi. Dengan menggunakan keramaian ini, diharapkan sang raksasa mengurungkan niatnya untuk memakan matahari. Demikian respon orang Jawa dahulu terhadap fenomena alam ini. Sekarang hal seperti tidak pernah lagi dilakukan, karena masyarakat Jawa sudah berfikir secara rasional. Orang Jawa sudah pintar dan memahami teknologi.
Hubungan antara fenomena gerhana matahari dengan Indonesia emas ini adalah kenikmatan spiritual yang dialami oleh bangsa Indonesia. Dengan kejadian alam ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Selanjutnya mengharapkan berkah kesejahteraan dan kemakmuran dariNya, sehingga bangsa Indonesia menjadi negara yang besar dan maju karena rakyatnya beradab dan pola pikirnya sangat rasional.
Berikut ini adalah jadwal terjadinya fenomena alam ini :
* 20 Apr 2023 Detail
* 22 Juli 2028 Detail
* 21 Mei 2031 Detail
* 13 Juli 2037 Detail
* 26 Des 2038 Detail
* 20 Apr 2042 Detail
* 14 Okt 2042 Detail
Semoga bisa menjadi perhatian dan pemahaman, sekian.
Terimakasih, salam Indonesia emas !
15 November 2020
Komentar
Posting Komentar